ILUSTRASI. Posisi duduk yang lama saat buang air besar (BAB) bisa menekan sekitar anus. Tekanan ini bisa menyebabkan pembuluh darah balik terhambat. (Medical News today)


Penggunaan kloset duduk dianggap lebih modern karena hadir lebih canggih. Dengan hanya menekan tombol tertentu, kloset bisa menyiram atau menyemprotkan air. Tapi, tahukah Anda kalau kloset duduk ternyata bisa menyebabkan wasir atau hemoroid?

Dikatakan dokter spesialis bedah di Eka Hospital Bekasi, dr. Benjamin Ngatio, posisi duduk yang lama saat buang air besar (BAB) bisa menekan sekitar anus. Tekanan ini bisa menyebabkan pembuluh darah balik terhambat.

Wasir sendiri terjadi saat ada pelebaran pembuluh darah di daerah anus yang menyebabkan rasa tidak nyaman. Biasanya ditandai dengan muncul pendarahan dan benjolan yang keluar dari anus. Penderita juga bisa merasakan gatal di daerah anus hingga nyeri.

“Bagian dalam (anus) biasanya tidak nyeri. Biasanya keluhannya grade satu itu berdarah, benjolan keluar saat BAB. Kalau yang di luar (anus), benjolan cenderung menetap dan gejala yang sering dirasakan nyeri. Tetapi sering kali benjolan di dalam membesar sampai keluar sehingga benjolan sampai keluar masuk dan terasa nyeri,” kata dr. Benjamin dilansir dari ANTARA, Jumat (23/10).

Terlebih, tekanan disekitar anus bisa lebih meningkat saat feses menjadi keras. Alhasil, pembuluh darah balik agak terhambat sehingga membuatnya membesar dan munculah benjolan. Sehingga, selain menghindari duduk terlalu lama, usahakan feses Anda tak keras.

Tapi, ia mengingatkan kalau benjolan disekitar anus bukan berarti wasir. Khususnya pada pasien berusia lanjut, dokter perlu memastikan dulu tidak ada tumor pada usus.

Lantas, apa yang bisa dilakukan jika mengalami wasir?

Jika wasir terlanjur muncul, Anda harus memperbaiki pola makan. Utamakan makan makanan berserat seperti sayuran dan buah. Sebab bisa membantu mengurangi 50 persen gejala.

“Minum air banyak (mencukupi kebutuhan tubuh), maka tinja bisa lembek sehingga tak perlu mengejan,” demikian kata Benjamin.

Cukup duduk 15 Menit

Sedangkan, Dokter bedah kolorektal, Karen Zaghiyan seperti dilansir Healthline menyarankan, tidak menggunakan toilet duduk terlalu lama saat ingin BAB. Jika setelah duduk tapi tak kunjung BAB setelah beberapa menit, maka jangan memaksakan diri.

Sebaiknya cukup menggunakan waktu maksimal 15 menit untuk BAB, karena jika melebihi itu bisa menjadi tanda ada mengalami masalah sembelit. Jika perlu, cobalah setel pengatur waktu sehingga Anda akan tahu kapan harus menyelesaikan urusan ada di dalam toilet.

12

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc