SURABAYA– Klub-klub sedang waswas bakal kehilangan pemainnya yang tak bisa menerima renegosiasi kontrak. Terutama pemain asing. Nah, Persebaya Surabaya kabarnya tak perlu khawatir lagi akan kehilangan salah seorang pemain asing kuncinya setelah Makan Konate dikabarkan bisa menerima renegosiasi kontrak yang diterapkan. 

Sebagaimana diketahui, dalam renegosiasi kontrak yang diatur federasi, setiap klub diizinkan membayar pemain sebesar kisaran 50 persen dari total gaji. Memang Konate belum disodori kontrak baru. ’’Tapi, kalau Konate saya yakin 100 persen bertahan di Persebaya. Tidak ada masalah. Dia 100 persen bertahan,’’ tegas pelatih Persebaya Aji Santoso kepada Jawa Pos. Kepastian yang sangat melegakan. Sebab, Green Force masih bisa memakai jasa pemain 28 tahun itu dalam lanjutan Liga 1 2020 mendatang.

Aji memang cukup intens melakukan komunikasi dengan Konate. Maklum, selama pandemi, mantan gelandang Arema FC tersebut tidak kembali ke Mali. Dia tetap berada di Surabaya. Karena itu, Aji tidak sulit merayu Konate agar tetap bertahan di Persebaya. Apalagi, Konate juga sudah kadung betah di Surabaya. Dia malah rutin berlatih dengan Oktafianus Fernando dan Patrich Wanggai di Apartemen Puncak Marina.

Jika Konate bakal menerima renegosiasi kontrak, bagaimana dengan tiga pemain asing lainnya? Sampai saat ini, David da Silva, Aryn Williams, dan Mahmoud Eid masih berada di negara masing-masing. Soal kontrak baru, mereka masih menunggu tawaran dari manajemen. ’’Saya juga harus membahas kontrak baru dengan agen. Saya belum bisa berkomentar banyak,’’ kata pemain berpaspor Palestina itu.

Soal tiga pemain asing tersebut, Aji tidak bisa memberikan kepastian. ’’Untuk Da Silva, Mahmoud, dan Aryn, keputusan saya serahkan semuanya kepada manajemen saja,’’ jelas pelatih asal Kabupaten Malang tersebut. Tapi, sebagai pelatih, Aji jelas berharap Da Silva, Mahmoud, dan Aryn bisa tetap bertahan di Persebaya. Sebab, tiga pemain tersebut selalu jadi pilihan utama dalam setiap laga.

Aturan pembayaran gaji 50 persen memang membuat setiap klub dihantui kekhawatiran. Sebab, tidak semua pemain bisa menerima aturan tersebut. Arema FC jadi salah satu klub yang terdampak aturan itu. Singo Edan –julukan Arema FC– kehilangan pelatih Mario Gomez. Bahkan, pelatih fisik Marcos Gonzales dan striker Jonathan Bauman juga dipastikan mengikuti jejak Gomez.

Tapi, jika menilik pernyataan pemain, kans untuk tetap bertahan cukup besar. Mahmoud, misalnya. Dia sudah tidak sabar kembali merumput di Surabaya. Begitu juga dengan Da Silva yang berharap kompetisi dimulai meski pandemi masih merebak. ’’Jika kompetisi dimulai, itu artinya pemain akan mendapat gaji lagi. Membantu agar dapur makanan tetap terpenuhi,’’ tutur striker asal Brasil tersebut.

1

Editor :dar
Reporter : gus/c17/ali/jpg