Kondisi jalan tergenang banjir akibat luapan Sungai Arut, Kotawaringin Barat, kemarin. (Foto: Soni/ Kalteng Pos)


PANGKALAN BUN,KALTENGPOS.CO-Permintaan warga agar kendaraan muatan alat berat agar tak melintas di lokasi banjir, disetujui oleh Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar). Bupati Kobar, Hj Nurhidayah mengeluarkan surat edaran pembatasan kendaraan bermuatan, khususnya di beberapa jalan yang tergenang banjir yang dikuatirkan akan mempercepat kerusakan jalan.

 

"Saya sudah minta kepada Dishub agar segera memberikan imbauan dan meminta kendaraan bermuatan berat dibatasi,"kata Bupati Kobar. Hj Nurhidayah.

 

Dengan adanya pembatasan melintas ini, diharapkan mampu mengurangi kerusakan jalan di lokasi banjir. Seperti sejumlah titik di Jalur Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama (Kolam). Surat edaran yang diterbitkan pada 21 Juli 2020 itu untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama bagi pengemudi kendaraan angkutan roda enam keatas.

 

"Kondisi jalan yang terendam banjir saat ini sangat memprihatinkan. Luapan air sungai masih cukup tinggi dan membahayakan. Kami kuatir kalau ada yang nekat melintas, bisa membahayakan mereka,"ujarnya.

 

Diketahui, sampai saat ini kondisi hujan masih terjadi dan volume air, khususnya di Sungai Arut bisa kembali pasang. Dan tidak hanya di wilayah perkotaan saja, beberapa daerah lain juga masih terjadi banjir.

12

Editor :hen
Reporter : son